Thursday, November 9, 2017

Mengapa Sepakbola Indonesia Sulit Berkembang


Sedih rasanya melihat perkembangan sepak bola Indonesia untuk saat ini. Dimana sering terdengar kabar tentang tawuran antar supporter, baku hantam antar pemain dan official, serta keputusan wasit yang kontroversional, dan sedihnya lagi, kabar tersebut semua menimpa Liga 1 dan Liga 2. 

Kemudian dibarengi prestasi Indonesia yang tidak bagus di tahun ini mulai dari gagalnya piala aff U-15, Kualifikasi Piala Asia U-23, Sea Games 2017, dan Piala AFF U-18. Ditambah lagi dengan kekalahan berturut-turut melawan negara tetangga Malingsia, eh salah ding, Malaysia. Membuat harga diri Indonesia terinjak-injak.

Gimana tidak, belakangan ini negara yang sering menghina kita dan mengklaim budaya kita selalu menang disetiap pertandingan melawan indonesia. #sakitnyatuhdisini     

Harapan timnas indonesia hanya ada di Piala Asia U-16 dan Piala Asia U-18 pada tahun 2018. Kemudian apa faktor yang membuat sepakbola indonesia sulit berkembang. Berikut ini saya akan memberikan beberapa faktor mengapa sepakbola indonesia sulit berkembang.

1.Kurangnya pembinaan usia muda

Kata pelatih timnas Indonesia Luis Milla,"Indonesia kurang dalam pembinaan usia dini,seperti yang spanyol udah lakukan. Kalau di Spanyol, anak-anak usia lima,enam, atau tujuh tahun sudah bersaing dan berlatih sepakbola bersama pelatih dengan bagus. 

Nah, itulah kata Luis Milla tentang pembinaan usia dini di Spanyol. Menurut saya, harusnya PSSI memberikan syarat wajib kepada tim-tim terutama Liga 1 untuk membuat tim akademi usia dini mulai usia 9 keatas, dan membuat liga sendiri untuk usia muda. Dengan begitu sangat mudah mencari bibit-bibit berbakat untuk timnas Indonesia kedepanya.

2.Indonesia belum mempunyai pemain berskill tinggi  

Portugal punya C.Ronaldo, Argentina punya Messi, Brazil punya Neymar. Indonesia?  Indonesia masih belum punya pemain berskill tinggi seperti nama pemain-pemain diatas, Indonesia hanya memiliki pemain-pemain berkecepatan tinggi salah satunya adalah terens puhiri yang konon katanya pemain ini adalah pemain yang memiliki kecepatan lari tercepat didunia. WAW..

mungkin ada nama Egy Maulana Vikri yang katanya skillnya mirip Messi. Iya, menurut saya pemain Timnas U-18 ini memiliki skill yang hampir mirip seperti messi terutama di skill gocekannya. Inilah menurut saya pemain yang sangat berpotensi mengisi plot striker Timnas Indonesia senior untuk kedepanya. 

Tapi dilihat dulu perkembangan pemain ini karena kalau dia main di liga indonesia ,dia tidak akan berkembang, tau sendiri bahwa Indonesia sangat tidak menghargai pemain-pemain berpotensional. Dan alhamdulillah ada kabar baik bahwa Egy akan main di luar negeri. 

Dengan memiliki pemain berskill tinggi terutama di posisi striker dan sayap kemampuan mengobrak ngabrik jantung pertahanan lawan semakin mudah dan permainan gaya tiki taka ala spanyol pun semakin mudah diterapkan. Karena menembus jantung pertahanan lawan ketika pemain lawan dengan posisi bertahan itu sangat sulit dan dibutuhkan sang creator/playmaker cerdas dan striker berskill tinggi. Nah, saat ini Indonesia masih belum mempunyai itu semuanya.

3.Permainan tidak terstruktur dengan baik

Menurut saya, Permainan timnas Indonesia yang paling enak dilihat adalah generasinya evan dimas cs. Dimana bermain dengan umpan-umpan pendek dan tiki taka yang terstruktur dengan baik. Serta skill rata-rata pemain pada saat itu sangat bagus mulai dari bek,gelandang, dan striker.

Sedangkan untuk sekarang ini permainan Timnas Indonesia saya rasa sudah mengalami perubahan sedikit yaitu lebih ke umpan-umpan pendek tapi tidak terstruktur dengan baik seperti salah umpan, kontrol yang kurang baik, tiki-taka yang kurang maksimal, individualis, serta lemahnya transisi dari menyerang ke bertahan. Itulah kenapa dibutuhkan pemain berskill tinggi.

4.Sistem liga berubah-rubah

Sistem liga yang berubah-rubah mulai dari sistem dua wilayah tahun 2014, adanya regulasi U-23, penambahan marquee player, pembatasan usia pemain lokal, dan pergantian lima pemain dalam satu pertandingan, Nah, itulah sistem liga indonesia yang diubah-ubah oleh PSSI. 

Menurut saya, dengan perubahan-perubahan sistem tersebut justru tidak membuat sepakbola Indonesia lebih baik, malah sebaliknya, bisa dilihat kondisi sepakbola indonesia saat ini, Misalkan ada tambahan satu pemain marquee player yang saya rasa tidak ada gunanya, kenapa? Tim di Indonesia belum saatnya membeli pemain marquee player karena fasilitas-fasilitas seperti stadion dan tempat latihan itu saja belum punya atau belum murni punya klub itu sendiri melainkan masih sewa.

Ini justru membuat tim yang memiliki finansial terbatas kesulitan, dan lebih baik uang untuk pembelian marquee player tersebut di buat untuk memperbaiki fasilitas-fasilitas seperti stadion dan tempat latihan atau bisa juga untuk membuat stadion sendiri itu lebih bagus.

Dapat kita lihat dari 15 marquee player di Indonesia yang sukses cuma dua menurut saya yaitu, peter odemwingie dan wiljan pluim. Harusnya PSSI tetap mengikuti aturan-aturan FIFA tanpa merubah seenaknya sendiri, walaupun tujuan nya baik, tapi bisa dilihat kondisi saat ini.

5.Hukuman yang kurang memberikan efek jera

Hukuman yang diterapkan oleh PSSI kepada tim atau klub bahkan supporter yang melanggar peraturan hanya bersifat materi. Itu merupakan hukuman yang saya rasa tidak memberikan efek jera terhadap klub. karena apa? semua tim kalo hukumannya bersifat materi pasti bisa dibayar.

Menurut saya hukuman yang memberikan efek jera terhadap supporter yang melanggar aturan seperti lempar botol,menyalakan flare,smoke bom atau kisruh misalnya, hukuman yang pantas adalah denda plus tidak boleh menonton tim kesayanganya di stadion selama satu musim atau lebih dari itu. itu menurut saya lebih memberikan efek jera. dengan begitu supporter akan taat aturan dan tak ada lagi yang namanya rusuh,tawuran dan melanggar atauran yang lain

Kemudian untuk klub yang tidak mematuhi aturan atau melanggar hukum bisa dihukum denda plus pengurangan 3 poin atau bisa juga main diluar pulau pada laga home selama 5 pertandingan atau bahkan lebih. Dengan begitu tim tersebut kalau melanggar aturan mereka akan rugi besar.

Nah, itu sebagian contoh hukuman yang memberikan efek jera terhadap klub maupun supporter. Dengan begitu, klub dan supporter akan taat aturan, dan sepak bola Indonesia akan berjalan dengan baik. 

Mungkin hanya lima itu yang membuat sepakbola Indonesia sulit berkembang menurut saya, mungkin ada tambahan dari kalian terutama bagi pecinta bola tanah air.

Terima kasih atas kunjunganya. Semoga artikel yang saya bagikan bermanfaat. Jangan lupa like dan commentnya.


EmoticonEmoticon