Monday, October 30, 2017

Nggak Enaknya Jadi Buruh Pabrik


Dulu ketika saya baru lulus SMK saya bekerja di pabrik kecil di Surabaya, pabrik itu bergerak dibidang supplier komponen mesin pertanian (traktor). Pekerjaan yang berat dan gaji yang tidak banyak serta manajemen yang kurang apik membuat saya memutuskan untuk resign dari perusahaan tersebut. Kalau boleh tahu seberapa berat sih? dan berapa gajinya? Ini menjadi awal pengalaman saya bekerja di pabrik.

Ternyata kerja di pabrik itu berat, iya bro berat sekali, apalagi hanya mengandalkan ijazah SMK, emang kerjanya seperti apa? Iya, saya menjadi operator produksi. Pekerjaan berat seperti angkat-angkat benda yang beratnya sekitar minimal 2kg hingga maksimal pernah sampai 30kg. Mungkin anda bisa membayangkan ekspresi muka seseorang ketika mengangkat benda kerja dengan tangan telanjang seberat 30kg? Kemudian benda kerja tersebut dimasukkan kedalam mesin untuk diproduksi. Itu dilakukan berulang-ulang mulai jam 7 pagi hingga jam 4 sore. Kebayangkan capeknya seperti apa? Dengan pekerjaan berat seperti itu gaji yang didapatpun cuma sedikit hanya Rp 2.100.000,00. Gaji yang masih jauh dibawah standar UMK Surabaya. Gaji segitu bisa buat apa njiir?

Setelah resign dari perusahaan tersebut, ada kabar baik muncul bahwa disekolah saya ada lowongan kerja dari PT.TMMIN, pernah dengar kan PT.TMMIN? iya, Toyota Motor Manufacturing Indonesia. Itu tuh yang buat mobil avanza, innova, sienta, fortuner beserta sepupu-sepupunya. Kemudian saya mengikuti tes tersebut mulai dari tes tulis,psikologi,fisik, dan wawancara dan alhamdulillah saya diterima.

Saya sangat senang sekali pada waktu itu karena bisa diterima diperusahaan internasional sekelas Toyota. Saya ditempatkan di Engine Plant Karawang plant 3. Kemudian saya hanya bisa mengatakan anjriit ketika saya di taruh dibagian operator casting (pembuat cylinder head nya sienta dan etios valco). Anda bisa membayangkan casting itu panasnya seperti apa? Kabar baiknya Karawang plant 3 telah mengusung teknologi terbaru untuk semua mesin-mesinya dari pada mesin yang ada di sunter,Jakarta.

Walaupun itu kabar baik tetap saja casting itu panas walaupun panasnya tidak seperti yang ada di Sunter. Saya sangat bersyukur walaupun ditempatkan dibagian casting, yang penting bagi saya, saya bisa mendapatkan pekerjaan. Sedangkan yang lain masih bingung mencari-cari pekerjaan. Bekerja di Toyota menurut saya sama beratnya seperti bekerja di pabrik sebelumnya bahkan lebih berat lagi.

Yang namanya kerja buruh ternyata nggak ada yang enak. Eh, ada ding, tapi diluar konteks pekerjaan. Yang membedakan dari perusahaan ini adalah, yah tahu sendiri lah bekerja di perusahaan internasional sekelas Toyota itu banyak yang didapat seperti fasilitas yang memadai, kedisiplinan tingkat dewa, dan satu lagi yang di idam-idamkan oleh semua orang yaitu gaji nya GEDEEEE BANGET. Emang mau tahu gaji nya berapa? Kasih tahu nggak ya? Untuk gaji sekelas operator seperti saya itu sekitar 8-12jt per bulan tergantung lemburanya.

Bisa dilihat gaji PNS,Polisi, dan TNI apa nyampe segitu. Dengan hanya mengandalkan ijazah SMK tanpa kuliah gaji nya udah sebesar itu apalagi yang jabatanya diatas saya. Tapi emang gaji sebesar itu juga sesuai dengan apa yang dikerjakan tidak asal kerja aja. Sepertinya saya udah panjang lebar menceritakan perjalanan saya ketika lulus sekolah sampai bekerja.

Kali ini saya akan berbagi pengalaman saya tentang Nggak Enaknya Jadi Buruh Pabrik. 

1. Melelahkan
Seperti yang udah saya ceritakan diatas bahwa menjadi buruh pabrik itu sangat melelahkan. Memang tidak bisa dipungkiri bahwa yang namanya kerja fisik itu pasti melelahkan. Anda bisa merasakan sendiri ketika badai lembur telah datang.
  
2. Waktu terkuras Habis
Iya, waktu akan terkuras habis. Bayangkan kita berangkat pagi kemudian pulang malam dan dilakukan sebagai rutinitas sehari-hari. Mungkin bagi yang PNS,atau pegawai negeri lainya jam 4 sore sudah pulang. Tapi tidak untuk Buruh/karyawan perusahaan, pulang malam sudah menjadi rutinitas setiap hari. Bayangkan kalo waktu banyak tersebut kita buat untuk mencari ilmu, hidup kita akan jauh lebih berkembang kedepanya. Hidup tidak hanya dibuat untuk bekerja saja, tujuan kita hidup didunia hanya beribadah kepada Allah, bekerja hanya sarana buat kita bisa hidup didunia.

3.Ngantuk Melanda
Ngantuk melanda ketika kita bekerja shift malam. Inilah yang paling berat bagi buruh pabrik ketika bekerja shift malam. Kita dipaksa untuk bekerja berat dengan keadaan yang abnormality ketika Allah membuat siang untuk beraktivitas dan malam untuk istirahat. Bisa merasakan sendiri ketika malam yang harusnya kita buat istirahat tapi malah dibuat untuk bekerja. Alhasil adalah kerja dengan keadaaan ngantuk. Nggak enak kan kalo kita enak-enak kerja dibarengi rasa ngantuk.

4.Bosan
Iya, bosan. Kita akan bosan dengan pekerjaan pabrik yang monoton. Kita bekerja selama bertahun-tahun yang dikerjakan ya itu-itu aja. Ketika bosan mulai datang kita jadi kurang semangat untuk bekerja.

5.Gaji Sedikit
Nah, ini yang mungkin jadi persoalan utama buruh pabrik yaitu, gaji sedikit. Berdasarkan pengalaman saya bekerja di pabrik ada sebagian perusahaan terutama perusahaan kecil menengah yang memberikan gaji sedikit atau hanya sebatas UMK, bahkan ada yang dibawah UMK. Itulah mengapa ketika tanggal 1 Mei tepatnya hari buruh internasional banyak buruh melalukan aksi demo untuk menuntut kenaikan gaji. Berbeda dengan perusahaan besar yang tingkatanya internasional seperti toyota yang saya ceritakan tadi. Perusahaan internasional berani menggaji karyawanya dengan jumlah cukup besar. Itulah mengapa anda tidak pernah mendengar bahwa karyawan toyota melakukan aksi demo didepan kantor perusahaanya.  

Itulah nggak enaknya jadi buruh menurut pengalaman saya, mungkin ada yang mau menambahkan tentang pengalaman anda. Silahkan anda komentar dibawah

Saran : Walaupun saya masih bekerja menjadi buruh/karyawan diperusahaan besar yang masih terikat kontrak , saya sarankan anda yang juga sama seperti saya untuk berpikir maju. Jangan berkutat terus di pekerjaan tersebut sampai seumur hidup. Maukah waktu anda seumur hidup cuma dibuat bekerja untuk orang lain melihat keadaan ekonomi sekarang yang sudah mulai krisis dan mendengar kabar demo buruh terus menerus. Saya sarankan anda untuk membaca buku karya Robert T.Kiyosaki yaitu Rich Dad Poor Dad. Setelah membaca buku itu kalian akan tahu cara pengelolaan keuangan, mindset orang kaya,bisnis dan investasi. Apalagi buat karyawan muda/fresh graduate seperti saya buku itu sangat cocok untuk anda karena kesempatan meraih sukses masih panjang.

Terima kasih atas kunjunganya. Semoga artikel yang saya bagikan bermanfaat. Jangan lupa like dan commentnya.


EmoticonEmoticon