Sunday, October 29, 2017

Intisari Buku Rich Dad Poor Dad


Beberapa bulan yang lalu saya telah membeli buku-buku karya Robert T. Kiyosaki, salah satunya adalah Rich Dad Poor Dad. Buku ini adalah buku pengelolaan keuangan nomor satu sepanjang masa. Buku best seller ini sudah diterjemahkan lebih dari 51 bahasa dari 109 negara dan berada di daftar buku terlaris New York Times selama lebih dari 6 tahun. Bahkan di toko-toko buku Indonesia seperti Gramedia buku ini masih masuk jajaran buku recommended. Itu artinya buku ini sangat layak untuk dibaca, terutama buat anda yang ingin mengetahui cara pengelolaan keuangan dan pengetahuan tentang uang. Melewati buku ini Robert akan

  • Menghancurkan mitos "anda perlu memiliki penghasilan tinggi agar bisa kaya"
  • Menantang keyakinan bahwa rumah anda adalah aset
  • Menunjukkan kepada orang tua kenapa mereka tidak bisa mengandalkan sistem pendidikan untuk mengajari anak mereka tentang uang
  • Mendefinisikan aset dan liabilitas secara jelas
  • Mengajari anda apa yang harus anda ajarkan kepada anak tentang uang agar mereka memiliki masa depan keuangan yang sukses

Diawal buku ini Robert menjelaskan tentang kedua sudut pandang yang berbeda antara ayah kaya dan ayah miskin. Ayah miskin merupakan ayah kandung dari Robert sedangkan ayah kaya merupakan ayah teman Robert. Ayah miskin adalah orang berpendidikan tinggi dan pandai. Dia mempunyai gelar Ph.D. dan menyelesaikan empat tahun pendidikan sarjananya dalam waktu kurang dari dua tahun. Sedangkan ayah kaya tidak pernah menyelesaikan pendidikan SMP. Kedua ayah tersebut berhasil dalam karier mereka, bekerja keras seumur hidup mereka. Keduanya memperoleh penghasilan besar. Namun yang satu selalu harus berjuang dalam hal keuangan. Yang satunya lagi menjadi salah satu orang terkaya di Hawaii. Kedua ayah tersebut mempunyai pandangan yang sangat berbeda tentang uang. Berikut perbedaaan pandangan antara kedua ayah tersebut

ayah miskin berkata,"Cinta akan uang adalah akar kejahatan" sedangkan ayah kaya berkata,"Kekurangan uang adalah akar segala kejahatan."
 ayah miskin mengatakan,"Saya tidak mampu membelinya." ayah kaya mengatakan,"Bagaimana saya bisa membelinya?"  
 ayah miskin merekomendasikan,"Belajarlah yang giat agar kamu bisa menemukan perusahaan yang bagus sebagai tempat kerja." Ayah kaya merekomendasikan,"Belajarlah yang giat agar kamu bisa menemukan perusahaan yang bagus untuk kamu beli." 
 ayah miskin berkata,"Dalam hal uang, bermainlah secara aman. Jangan mengambil resiko. ayah kaya mengatakan," Belajarlah mengelola resiko".
ayah miskin meyakini,"Rumah kita adalah investasi terbesar kita dan aset terbesar kita. ayah kaya meyakini,"Rumah adalah liabilitas."
ayah miskin meyakini bahwa, "Perusahaan dan pemerintah akan mengurus anda dan kebutuhan anda." ayah kaya percaya,"Sikap mandiri dalam hal keuangan." 
ayah miskin berjuang keras untuk menabung. ayah kaya menciptakan investasi.
ayah miskin mengajari, "membuat resume yang mengesankan agar bisa mendapatkan pekerjaan yang baik." ayah kaya mengajari,"menulis rencana bisnis dan keuangan yang kuat agar bisa menciptakan pekerjaan."
ayah miskin berkata,"Saya tidak tertarik pada uang." atau "uang tidak penting." ayah kaya selalu berkata,"Uang adalah kekuatan, kekuasaan."
ayah miskin menyuruh,"belajar keras, meraih gelar, dan mendapatkan pekerjaan bagus untuk menghasilkan uang." ayah kaya mendorong untuk, "belajar menjadi kaya, memahami cara kerja uang, dan belajar membuat uang bekerja untuk dia." 

Adapun pelajaran-pelajaran penting yang ada di buku Rich dad Poor dad yaitu

1.Orang Kaya Tidak Bekerja Untuk Uang
Orang miskin dan menengah bekerja untuk uang, sedangkan orang kaya bekerja untuk membangun aset yang nantinya aset itu akan menghasilkan arus kas untuk mereka.Orang miskin selalu menghabiskan waktu dan tenaganya untuk bekerja, orang kaya lebih cenderung memilih kebebasan dan mendapatkan uang melalui aset, itu artinya sedikit bekerja tapi banyak menghasilkan uang. Semua orang pasti mempunyai emosi, emosi tersebut yaitu ketakutan dan ketamakan. Pertama, rasa takut akan hidup tanpa uang memotivasi kita untuk bekerja keras, lalu setelah mendapat slip gaji, ketamakan dan nafsu membuat kita mulai berpikir tentang semua hal indah yang bisa dibeli dengan uang. Pola pun kemudian terbentuk yaitu Pola bangun, bekerja,dan membayar tagihan, dan terus berputar seperti itu yang kata Robert disebut balap tikus. Iini yang kebanyakan dilakukan oleh orang miskin. Nah, kemudian bagaimana cara keluar dari masalah itu? Caranya cuma satu yaitu jadilah orang kaya hehehe. Menjadi kaya tidak bisa apabila cuma mengandalkan gaji bulanan. Menjadi kaya harus bekerja membangun aset yang nantinya aset itu akan mendatangkan arus kas. Aset tersebut seperti Bisnis,Real estat,Saham,Obligasi dll.

2.Mengapa Mengajarkan Melek Keuangan
Siapa yang nggak mau kaya? Semua orang pasti ingin kaya cuma kebanyakan orang berpikir untuk menjadi kaya harus bekerja keras banting tulang.

 Kaya bukan berapa banyak yang anda hasilkan tapi berapa banyak uang yang anda simpan. 

Satu-satunya cara agar menjadi kaya yaitu membangun aset. Kebanyakan orang mengalami pergulatan keuangan karena mereka tidak tahu perbedaan aset dan liabilitas. Aset adalah segala sesuatu yang memasukkan uang ke kantong anda dan liabilitas adalah segala sesuatu yang mengeluarkan uang dari kantong anda. Orang kaya membangun aset sedangkan orang miskin membangun liabilitas. Contoh membangun aset adalah kos-kosan menghasilkan uang sewa, saham menghasilkan dividen, rental mobil, franchise, komputer untuk bisnis online, reksadana, obligasi dan masih banyak lagi. Contoh liabilitas adalah membeli mobil kredit, rumah kredit, motor kredit, mesin cuci, handphone, dan masih banyak lagi, itu semua mengeluarkan uang dari kantong yang mana penghasilan anda berputar untuk melunasi barang-barang tersebut dan pemeliharaan barang-barang tersebut . liabilitas sebenarnya bisa menjadi aset, contoh anda membeli mesin cuci untuk bisnis laundry,membeli rumah untuk dikontrakan, membeli mobil untuk disewakan dsb. Kita tahu bahwa kita lebih banyak membeli liabilitas, dan itu tidak akan bisa membuat kita kaya yang ada uang kita habis buat membeli liabilitas. Untuk menjadi kaya kita harus memperbanyak pemasukan kita/membangun aset seperti yang sudah disebutkan diatas.

3.Uruslah Bisnis Anda Sendiri
 
Orang kaya fokus pada kolom aset sementara orang lain berfokus pada laporan penghasilan. 

Kebanyakan orang memilih bekerja untuk orang lain dan tidak akan memiliki apapun pada akhir hari kerja mereka untuk ditunjukan sebagai hasil usaha mereka. Hidup mereka selalu berputar disekitar upah (kolom penghasilan mereka). Kesalahan dalam menjadi apa yang anda pelajari adalah terlalu banyak orang yang lupa memikirkan bisnis mereka sendiri. Mereka menghabiskan hidup untuk mengurusi bisnis orang lain dan membuat orang itu kaya. Robert menekankan agar memiliki jaminan keuangan, orang perlu mengurus bisnis mereka sendiri. Bisnis yang berkisar di kolom aset anda, bukan kolom penghasilan anda.

4.Sejarah Pajak dan Kekuatan Korporasi
Orang kaya memahami pajak dan mengetahui kekuatan korporasi. Mereka yang benar-benar kaya tahu bahwa ada celah pajak bagi korporasi dan korporasi diuntungkan dengan aturan pajak yang legal. Orang kaya menciptakan asetnya dalam bentuk perusahaan, karena ketentuan pajak menguntungkan bagi para pemilik perusahaan.

5.Orang Kaya Menciptakan Uang
Orang kaya menciptakan uang dengan cara mereka sendiri secara legal, Mereka membangun perusahaan, Setelah perusahaanya berjalan dengan kuat, mereka akan menjual aset perusahaannya berupa saham. Saham itu kemudian dijual kepada para investor. Akhirnya saham tadi memiliki nilai dan harga kemudian saham tersebut menambah modal bagi si pemilik perusahaan. Jadi orang kaya mampu menciptakan uang dengan caranya sendiri

6.Bekerja Untuk Belajar,Jangan Bekerja Untuk Uang
Orang kaya sebenarnya bekerja juga untuk mencari uang tapi uang tersebut hanya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Orang kaya bekerja untuk belajar, Mereka selalu berpikir bagaimana cara agar uang bisa bekerja keras untuk mereka, seperti mempelajari sistem-sistem perusahaan, pengelolaan perusahaan,pengelolaan resiko, investasi, dan keuangan. Kemudian pengetahuan itu mereka gunakan untuk memperbanyak jumlah kekayaan mereka dengan membuat perusahaan sendiri atau berinvestasi.

Itulah pelajaran penting dari buku Rich Dad Poor Dad. Buku ini sangat bagus walaupun ada banyak kontroversi. Tapi yang dilihat jangan kontroversinya melainkan sisi positif yang dapat diambil dari buku tersebut yaitu sudut pandang/pola pikir antara orang kaya dan miskin. Buku ini dapat menambah wawasan anda tentang keuangan dan pengelolaan keuangan serta memotivasi anda untuk menjadi pengusaha. Buku ini cocok bagi anda yang mempunyai mental bisnis karena dalam buku ini berbanding terbalik dengan orang yang mempunyai mental karyawan/pegawai. Kemudian buku ini sangat recomended bagi para pelajar atau mahasiswa yang mau terjun kedunia kerja/bisnis. Karena dengan membaca buku ini anda memiliki kesempatan yang panjang untuk bisa sukses. Buku ini bisa anda dapatkan di Gramedia ataupun di toko-toko online. Sekian dari saya, Semoga bermanfaat

Terima kasih atas kunjunganya. Semoga artikel yang saya bagikan bermanfaat. Jangan lupa like dan commentnya.

Previous
This Is The Oldest Page


EmoticonEmoticon